Menuju Pulang

Kau pernah tiada dalam barisan kata-kata. Sajak ini. Kau temukan dirimu sunyi di seberang jalan, di bawah papan reklame yang menunjukan arah pulang. Kau tak ingat apa-apa. Kalimat sebelumnya dan judul sajak ini, yang pernah kau lalui. Sendiri.

Kau belum benar-benar pulang. Seseorang masih menatapmu menari sepanjang jalan, di jalan menuju tanda kurung. Kau tak tinggal di sana, lewat begitu saja menyetujui kakimu membawa tubuhnya.

Di Kalimat selanjutnya, kau sempat berhenti. Berteduh dan mengeluh. Kau tak tahu dimana dan siapa dirimu. Langit membentang mengajakmu berkelana, mengawang di mimpi penulis. Menyelam dan mencari kata cinta yang membajak sajak ini.

Kau sendiri, menginginkan kembali teman yang hilang. Mereka tak pernah hilang, hanya berubah menjadi titik dan koma. Di sepanjang kalimat ini. Menuntunmu menuju pulang, dan akhir sajak ini.